catatan tentang pemilu (1)

March 25, 2009 at 3:38 pm (corner of life, social network, Tulisane Masramadhan) (, , )


oleh :  masramadhan

Pemilu legislatif indonesia tinggal beberapa saat lagi, riuh ramai kampanye para jurkam seperi ramainya para pedagang di pasar tradisional, mereka menjajakan konsep partai dan konsep para caleg itu sendiri dengan tujuan satu yaitu agar masyarakat memilih mereka dalam pemilu yang akan datang, meskipun masih terbersit pertanyaan apakah yang akan mereka lakukan jika meraka terpilih nanti ?

Peranan partai dalam sistem kenegaraan di Indonesia begitu dominan meskipun hanya dibelakang layar, hal tersebut memang tidak dapat dipungkiri dan dielakan dalam kancah perpolitikan bangsa Indonesia karena tanpa kehadiran mereka bangsa indonesia tidak akan pernah berubah bahkan mungkin kita tidak pernah akan merdeka dari penjajahan belanda.

Apapun partainya , partai tetap adalah sebuah organisasi, dia hanyalah sebuah alat untuk mencapai sesuatu tujuan, secara sederhana kita mengenal berbagai bentuk Organisasi di sekitar kita contohnya : Organisasi Siswa Intera Sekolah (OSIS) sebuah organisasi yang bertujuan sebagai wadah atau alat bagi para siswa untuk meyalurkan berbagai macam kreatiitas dalam bentuk berbagai kegiatan yang diselengggarakan oleh OSIS, kemudian kita mengenal juga PRAMUKA sebagai gerakan kepanduan di Indonesia organisasi ini befungsi sebagai alat atau wadah pendidikan non formal bagi generasi muda untuk membetuk karakter dan moralitas anggotanya serta meningkatkan rasa kebangsaan dan nasionalisme.

Di bidang kemasyarakatan kita mengenal organisasi RT/RW sebagai organisasi yang benar-benar SWADAYA masyarakat, organisasi yang benar-benar dari dan oleh rakyat, karena disinilah salah satu akar pembangunan bangsa kita berada. Mengapa demikian ?, (untuk selengkapnya nanti akan ada tulisan tersendiri)

Kembali ke partai di Indonesia, menurut babad tanah jawi……(walah….) kesadaran politik bangsa indonesia berkembang sejak dimulainya politik etis oleh penjajah negeri indonesia yaitu bangsa nederland atau bangsa londo atau juga bangsa Belanda di awal abad ke 20, politik ini memberikan kesempatan kepada sebagian pribumi untuk bisa menuntut ilmu lebih tinggi, bahkan diperbolehkan sampai di daratan eropa.

Salah satu tujuan dari belanda adalah untuk merekut pegawai pemerintahan, sehingga mereka tidak perlu mengirim rakyatnya ke Indonesia (mungkin karena negeri mereka kecil dan rakyat mereka sedikit sehingga takut habis……, tapi sialnya mereka bisa menajajah Indonesia yang lebih besar dan lebih banyak penduduknya selama lebih dari 350 tahun).

Ditengah pelaksanaan politik etis itulah beberapa orang pribumi yang berkesempatan untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi, nuraninya (bukan HANURA…) sadar akan penderitaan yang dialami oleh saudara sebangsanya yang terbentang dari sabang sampai merauke, sadar akan penindasan oleh penjajah negeri ini mereka kemudia membentuk Organisasi Resmi milik pribumi Indonesia yang diberi nama Boedi Oetomo pada tanggal 20 mei tahun 1908, inilah hari Kebangkitan Indonesia Hari dimana Bangsa Indonesia Menempuh cara baru dalam Menentang Penindasan Oleh Bangsa Londo.

Setelah Boedi Oetomo berdiri kemudian tumbuh berbagai macam organisasi baik yang bersifat komunitas maupun yang jelas-jelas menunjukan diri sebagai organisasi politik lokal (walah bilang partai lokal aja susah amat…….) mulai dari Syarikat Dagang Islam, Indiche Partij, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, PNI, PSI, dan berbagai perkompolean tjang bersifat Primodialisme (artinya apa ya……..) kemudian berdirilah satu tonggak lagi untuk melawan penindasan yakni Sumpah pemuda pada tahun 1908 yang meyatukan berbagai elemen kepemudaan bangsa serta munculnya nasinalisme ke-Indonesiaan……..

Secara singkat berbagai proses organisasi di masa itu telah menghasilkan seorang Soekaro, seorang Hatta, seorang Hasyim Asysari, Seorang Ahmad Dahlan, Seorang Agus Salim dan muaaaaasih banyak lagi tokoh yang lahir dari pergerakan dan dimanika organisasi

Dan Kini Indonesia telah merdeka dalam arti sudah tidak di jajah oleh negeri londo, namun masih ada sejuta pekerjaan rumah yang menanti, menjaga harkat dan martabat bangsa menjadi pekerjaan utama , mensejahterakan rakyat di tengah persangan globalisasi, dan yang lebih penting menjaga kedaulatan dan eksistensi Indonesia agar kelak kita semua, kepada anak kita, kita tidak pernah becerita, kita tidak pernah berdongeng bahwa dulu ada negeri yang bernaama INDONESIA

Bersambung…………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: