Cinta Para Bijak (from jawa)

February 20, 2009 at 12:42 pm (corner of life, human development, social network) (, , )

Laksana tenggelam di lautan cinta yang membara, perasaan hatiku saat ini, ketika menuliskan syair ini, maksud hati ingin meniru para Bijak membuka tabir renungan jiwa, sebaga warisan setelah tiada nanti. Maka dari itu aku memaksakan diri dengan bahasa yang terbata-bata, mengikuti para cerdik pandai, agar bisa digunakan suri tauladan

Hidup ini laksana menempuh jurang yang dalam dan daratan luas, susah sungguh, demikian keras tantangannya. Karena itu ingatlah segala kejadian, wahai seluruh pamong praja, bulatkan tekad bersama rakyat dan para cendekiawan, bermusyawarahlah dengan baik, bersatu dalam tujuan

1 Comment

  1. ahmad nawawi said,

    rif kapan kita kerja untuk finishing kuliah kuliah,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: