ketika aku duduk di tepi jalan

November 16, 2008 at 3:37 pm (Koleksi Tulisan, Tulisane Masramadhan) (, , , , )

Kesenjangan antara wilayah barat dan timur kabupaten pasuruan bukanlah isu atau berita baru, namun seiring datangnya otonomi daerah yang memberikan keluasaan lebih kepada daerah untuk menentukan arah pembangunan daerahnya diharapkan kesenjangan yang ada akan semakin kecil dan tentu saja sebuah pemerataan pembangunan bukan lagi menjadi sebuah impian.

Akar dari permasalahan ekonomi adalah kemampuan sumberdaya manusia, sering munculnya konflik di daerah indutri rembang (PIER) jika dirunut maka akar permsalahannya juga masalah ketiadaan sumberdaya putra daerah yang memenuhi kualifikasi, permasalahan yang sama juga timbul di daerah lain di kabupaten pasuruan, dari contoh diatas maka upgrading serta perbaikan seumberdaya manusia khususnya di kabupaten pasuruan sudah seharusnya untuk mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah serta pihak terkait lainnya.

di ujung timur kabupaten pasuruan tepatnya di kecamatan nguling, hingga beberapa tahun yang lalu pendidikan sekolah atas masih menjadi barang langka, jika ingin melanjutkan ke sekolah atas makan anak-anak daerah nguling harus lari ke Grati atau ke kota Pasuruan, sehingga hal ini menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan di daerah nguling karena mahalnya biaya karena harus nambah transport, namun kini pemerintah telah mendirikan satu sekolah atas kejuruan negeri.

Faktor lain yang tidak kalah penting dalam pembangunan SDM adalah peran serta dan kesadaran masyarakat, ada sebuah kejadian menarik saat sekolah ini menerima siswa untuk pertama kalinya, dengan status SMK kecil yang gedungnya masih numpang di SMP negeri nguling, ada seorang calon siswa yang ingin melajutkan sekolah namun nampaknya sang orangtua yang mungkin karena kurangya kesadaran pendidikan serta masalah keuangan keluarga tidak mengizinkan sang anak untuk melanjutakan sekolah, bahkan uang pendaftaran sempat akan diminta kembali, namun berkat pendekatan dan penjelasan yang baik dari sekolah akhirnya sang anak bisa melanjutkan sekolah di smk negeri 1 nguling,

Di tengah keberadaan otonomi daerah, persoalahan pendanaan pendidikan bukan lagi masalah, ditambah lagi alokasi 20% anggran penedidikan di semua tingkatan anggaran pemerintah menjadikan pendidikan sebagai prioritas pembanguanan di negeri ini. Sehingga kini permasalahan utama ada di masyarakat kita sendiri, aapakah mereka ingin maju atau tetap dengan keadaan yang kini adanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: