“ Dengan Legal Teknologi Membangun Masa Depan Bangsa “

February 17, 2008 at 4:32 pm (corner of life, human development, Tulisane Masramadhan) (, )

Di era Globalisasi yang telah menembus batas-batas negara, setiap individu akan dituntut untuk memelihara dan meningkatkan modal pengetahuan (intelectual capital) mereka, sehingga mereka dapat berinovasi dan memiliki kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan berubah sebagai kompetensi utama agar bisa survive di tengah persaingan yang ada. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi secara tepat dan cepat akan mempercepat peningkatan pengetahuan setiap individu karena teknologi komunikasi dan informasi adalah hasil konvergensi antara teknologi pengolah informasi (komputer) dengan teknologi komunikasi.

Kesenjangan digital atau digital divide adalah salah satu bentuk ancaman bagi negara berkembang seperti indonesia untuk bersaing di era globalisasi. Kesenjangan digital adalah suatu keadaan dimana terjadi gap antara mereka yang dapat mengakses internet melalui insfratruktur teknologi informasi dengan mereka yang sama sekali tidak terjangkau oleh teknologi tersebut. Bahkan bagi mereka yang telah terjangkau oleh insfratruktur teknologi informasi belum mampu memanfaatkannya secara optimum dalam arti kata untuk dipergunakan secara signifikan meningkatkan kualitas hidunya. Fenomena ini juga dipandang sebagai sebuah warna digital divide yang lain yang disebabkan karena rendahnya e-literacy dari kebanyakan masyarakat indonesia, yang oleh pemerintah indonesia didefinisikan sebagai “kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya informasi serta pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi di kalangan masyarakat dalam rangka pengembangan budaya informasi ke arah terwujudnya the information sciety .

Pengembangan teknologi dalam peningkatan e-literacy adalah mutlak adanya, namun pada kenyataanya bangsa kita masih belum mampu menerapkan perilaku bagaimana mendapatkan informasi secara benar, dengan masuknya bangsa Indonesia dalam jajaran top ranking di bidang pembajakan menunjukan bahwa masih kurangnya penghargaan terhadap bagaimana mendapatkan informasi secara benar serta perlindungan terhadap hak atas kekayaan intelektual, Dengan kondisi ekonomi yang jauh dari ideal, maka semua pihak yang ada khususnya pemerintah dan seluruh elemen bangsa indonesia untuk mendorong penggunaan legal sofware , sehingga iklim perkembangan teknologi komunikasi dan informasi dapat kondusif.

Pemerintah indonesia yang telah meratifikasi the Geneva Declarations of Principels melalui kementerian terkait yakni menteri riset dan dan teknologi, menteri komunikasi dan informasi, menteri pendayaan aparatur negara, menteri kehakiman dan HAM serta menteri pendidikan nasional mendeklarasikan Indonesia Go Open Source (IGOS) sebagai salah satu langkah strategis dalam rangka percepatan penguasaan teknologi informasi. Langkah Strategis lain yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka percepatan penguasaan teknologi informasi yakni melalui pembentukan pusat-pusat pelatihan dan pengembangan teknologi informasi berbasis open source . Usaha-usaha peningkatan penguasaan teknologi informasi, khususnya dipesantren akan sangat dipengaruhi pula oleh sejumlah faktor external lainnya, seperti ketersediaan insfrastruktur, keberadaan regulasi, tingkat pertumbuhan ekonomi, kemauan politik dari pemerintah ( political will ), kualitas pendidikan, human development index , dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: