Sosialisme ala Obama dan Prabowo
March 29, 2009 at 4:35 pm (Tulisane Masramadhan, human development, social network) (prabowo, obama, sosialisme)

Ketika melihat iklan politik dari gerindra yang mengkritisi kebijakan pemerintah dalam menghadapi krisis, saya jadi teringat tentang berita di koran yang memberitakan tentang kebijakan ekonomi yang kurang berkenan di hati orang kaya di amerika serikat.
Secara umum kebijakan obama ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada rakyat biasa atau kaum pekerja di
amerika serikat namun hal tersebut banyak ditentang oleh kalangan dewan dan kaum liberal konservatif, yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan obama itu salah, hal tersebut terjadi karena kebijakan di era presiden bush yang lebih condong kepada para pengusaha bukan kepada para pekerja sehingga mereka merasa sayang untuk melepaskan kenyamanan yang selama ini mereka dapatkan
catatan tentang pemilu (1)
March 25, 2009 at 3:38 pm (Tulisane Masramadhan, corner of life, social network) (catatan, pemilu, pemilu 2009)
oleh : masramadhan
Pemilu legislatif indonesia tinggal beberapa saat lagi, riuh ramai kampanye para jurkam seperi ramainya para pedagang di pasar tradisional, mereka menjajakan konsep partai dan konsep para caleg itu sendiri dengan tujuan satu yaitu agar masyarakat memilih mereka dalam pemilu yang akan datang, meskipun masih terbersit pertanyaan apakah yang akan mereka lakukan jika meraka terpilih nanti ?
Peranan partai dalam sistem kenegaraan di Indonesia begitu dominan meskipun hanya dibelakang layar, hal tersebut memang tidak dapat dipungkiri dan dielakan dalam kancah perpolitikan bangsa Indonesia karena tanpa kehadiran mereka bangsa indonesia tidak akan pernah berubah bahkan mungkin kita tidak pernah akan merdeka dari penjajahan belanda.
Mengembalikan Manusia Kepada Fitrah-nya (kang ono collection)
February 22, 2009 at 1:11 pm (Koleksi Tulisan, human development, social network) (onno)
Tidak ada seorangpun di dunia yang suka di perbudak, di peralat, diposisikan hanya sebagai rakyat jelata saja bukan penguasa / provider, hanya sebagai pembeli & konsumen yang lemah. Manusia pada hakikatnya lebih bahagia di sejajarkan dengan sesama, tidak lebih tinggi, tidak lebih rendah, tidak berkelas-kelas. Adalah normal pada platform tempat kita berpijak pada masa lalu terjadi segregasi antara penguasa, raja, pemerintah dengan rakyatnya. Secara natural arus informasi & pengetahuan di platform lama memang lambat dan menimbulkan segregasi struktur masyarakat maupun struktur teknologi untuk dapat beroperasi dengan baik & mencegah revolusi bangsa.
Dengan berkembangnya pengetahuan manusia, segregasi & kelas di tumbangkan. Penumbangan segregasi & kelas tidak hanya terjadi di struktur masyarakat, penghancuran struktur yang tidak berpihak kepada fitrah manusia terjadi pada berbagai piranti / alat / tool yang digunakan masyarakat itu & yang sangat terasa terjadi di dunia telekomunikasi & teknologi informasi.
Cinta Para Bijak (from jawa)
February 20, 2009 at 12:42 pm (corner of life, human development, social network) (budaya jawa, kejawen, syair jawa)
Laksana tenggelam di lautan cinta yang membara, perasaan hatiku saat ini, ketika menuliskan syair ini, maksud hati ingin meniru para Bijak membuka tabir renungan jiwa, sebaga warisan setelah tiada nanti. Maka dari itu aku memaksakan diri dengan bahasa yang terbata-bata, mengikuti para cerdik pandai, agar bisa digunakan suri tauladan
Hidup ini laksana menempuh jurang yang dalam dan daratan luas, susah sungguh, demikian keras tantangannya. Karena itu ingatlah segala kejadian, wahai seluruh pamong praja, bulatkan tekad bersama rakyat dan para cendekiawan, bermusyawarahlah dengan baik, bersatu dalam tujuan
HIMPUNAN SANTRI INDONESIA
December 12, 2007 at 12:11 pm (Blogroll, Koleksi Tulisan, human development, social network) (himsani, organisasi santri, santri)
Sudah 62 th negeri kita merdeka dan telah dikelola dengan berbagai upaya, jatuh bangun para tokoh mengemudikan roda pemerintahan, banyak guncangan dan cobaan yang harus dihadapi, seperti guncangan ekonomi, politik dan cobaan bencana alam. Negeri kita dengan kebhinekaanya serta kekayaan sumberdaya alam yang telah “dihadiahkan” oleh Allah SWT, akan lebih indah bila dikelola dengan azas Rahmatan Lilalamin yang dibarengi dengan bersikap Tawasuth & I’tidal (tengah dan berinti keadilan dalam keadilan), Tasamuh (toleran dalam perbedaan), Tawazun (seimbang antara beribadah kepada Allah dan berkhidmah kepada sesama) dan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar (mendorong perbuatan baik dan mencegah hal yang merendahkan nilai kehidupan) adalah ikhtiar kita sebagai khalifah di muka bumi dalam menegakkan nilai-nilai ketauhidan.
Santri sebagai kader ummat, menyadari perlunya berpartisipasi serta berperan aktif guna membangun kualitas dan profesionalitas bangsa melalui peningkatan kegiatan di bidang keilmuan (intelektualitas) dan kewirausahaan (enterpreunership). Santri sebagai anak bangsa, juga menyadari perlunya menjadi perekat kebangsaan dalam menjunjung martabat bangsa dan mempertahankan kedaulatan NKRI. Untuk itu santri memandang perlu untuk berhimpun guna membangun persepsi bersama dalam bersinergi mengemban amanah kekhalifahan menuju Ridlo Ilahi Robbi di negeri tercinta ini, yakni dengan berhimpun nantinya diharapkan membawa manfaat bagi semua. Himpunan santri yang bercirikan mubadi’ khaira ummah, yaitu as-shidqu (jujur), al-wafau bil ‘ahdi (disiplin), at-ta’awun (tolong menolong), al-‘adalah ( adil) dan al-istiqamah (ajeg), diharapkan nantinya dapat membentuk karakter santri yang profesional dan berakhlaq mulia, yaitu santri yang memiliki intelektualitas, berwawasan kewirausahaan dan berakhalq mulia dalam mengelola sumberdaya, baik sumberdaya manusia maupun sumberdaya alam. Insya Allah dengan karakter demikian negeri kita akan menjadi negeri yang Badalatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofur, amin.


