Sosialisme ala Obama dan Prabowo

March 29, 2009 at 4:35 pm (Tulisane Masramadhan, human development, social network) (, , )

sm1prabowo26

Ketika melihat iklan politik dari gerindra yang mengkritisi kebijakan pemerintah dalam menghadapi krisis, saya jadi teringat tentang berita di koran yang memberitakan tentang kebijakan ekonomi yang kurang berkenan di hati orang kaya di amerika serikat.

Secara umum kebijakan obama ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada rakyat biasa atau kaum pekerja di79765099DE014_VOTING amerika serikat namun hal tersebut banyak ditentang oleh kalangan dewan dan kaum liberal konservatif, yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan obama itu salah, hal tersebut terjadi karena kebijakan di era presiden bush yang lebih condong kepada para pengusaha bukan kepada para pekerja sehingga mereka merasa sayang untuk melepaskan kenyamanan yang selama ini mereka dapatkan

Read the rest of this entry »

Permalink 7 Comments

Tiada Tuhan di Dunia Maya? (ono collection)

February 22, 2009 at 1:13 pm (Koleksi Tulisan, corner of life, human development) ()

Onno W. Purbo

Dalam seminar sehari “Internet dalam Perspektif Kebudayaan” yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kebudayaan dan Perubahan Sosial (PPKPS) Centre for Cultural Studies and Social Change, Universitas Gajah Mada (UGM) di Jogyakarta pertengahan Mei 2001 yang lalu, tampaknya pandangan sebagian pengamat sosial, pengguna awal Internet & kebanyakan orang – melihat bahwa Tiada Tuhan di dunia maya. Sebuah pandangan yang cukup mengejutkan bagi saya pribadi yang sudah menggunakan e-mail / cikal bakal Internet sejak tahun 1985-86.

Internet terlihat oleh sebagian besar orang, pengguna, pengamat sosial sebagai dunia tanpa batas, dunia tanpa aturan, dunia kebebasan. Bahkan lebih ekstrim lagi, sebagian peserta bahkan tampaknya meyakini sepenuh hatinya bahwa Tiada Tuhan di Dunia Maya. Apakah memang demikian adanya?

Read the rest of this entry »

Permalink Leave a Comment

Mengembalikan Manusia Kepada Fitrah-nya (kang ono collection)

February 22, 2009 at 1:11 pm (Koleksi Tulisan, human development, social network) ()

Tidak ada seorangpun di dunia yang suka di perbudak, di peralat, diposisikan hanya sebagai rakyat jelata saja bukan penguasa / provider, hanya sebagai pembeli & konsumen yang lemah. Manusia pada hakikatnya lebih bahagia di sejajarkan dengan sesama, tidak lebih tinggi, tidak lebih rendah, tidak berkelas-kelas. Adalah normal pada platform tempat kita berpijak pada masa lalu terjadi segregasi antara penguasa, raja, pemerintah dengan rakyatnya. Secara natural arus informasi & pengetahuan di platform lama memang lambat dan menimbulkan segregasi struktur masyarakat maupun struktur teknologi untuk dapat beroperasi dengan baik & mencegah revolusi bangsa.

Dengan berkembangnya pengetahuan manusia, segregasi & kelas di tumbangkan. Penumbangan segregasi & kelas tidak hanya terjadi di struktur masyarakat, penghancuran struktur yang tidak berpihak kepada fitrah manusia terjadi pada berbagai piranti / alat / tool yang digunakan masyarakat itu & yang sangat terasa terjadi di dunia telekomunikasi & teknologi informasi.

Read the rest of this entry »

Permalink Leave a Comment

Cinta Para Bijak (from jawa)

February 20, 2009 at 12:42 pm (corner of life, human development, social network) (, , )

Laksana tenggelam di lautan cinta yang membara, perasaan hatiku saat ini, ketika menuliskan syair ini, maksud hati ingin meniru para Bijak membuka tabir renungan jiwa, sebaga warisan setelah tiada nanti. Maka dari itu aku memaksakan diri dengan bahasa yang terbata-bata, mengikuti para cerdik pandai, agar bisa digunakan suri tauladan

Hidup ini laksana menempuh jurang yang dalam dan daratan luas, susah sungguh, demikian keras tantangannya. Karena itu ingatlah segala kejadian, wahai seluruh pamong praja, bulatkan tekad bersama rakyat dan para cendekiawan, bermusyawarahlah dengan baik, bersatu dalam tujuan

Permalink 1 Comment

Syair Cinta Jawa (1)

February 20, 2009 at 12:21 pm (Syair dan Puisi, human development) (, )

Aku Mohon ampun dibawah duli Paduka Tuhan  Yang Maha Tinggi, yang sangat ghaib, yang senantiasa menjadi tujuan setiap perenungan jiwa yang bersemayam di tengah-tengah kehaghaiban yang gulita, dipersemayaman kehampaan.

Tuhan Laksana Sang Surya, Dengan perkasa memenuhi segala mahluk dengan cahaya yang gemilang, Terang dan Nyata, Tuhan adalah Yang Maha Bercahaya dengan sendirinya, yang menyinari hati yang tak goyah dengan sepenuh-penuhnya.

Maka Sudah Selayaknyalah Tuhan terus-menerus ada didalam hati setiap insani, yang sangat suci dan utama, agar menjadi syarat bagi hamba yang  hendak mempergunakan cahanya-Nya sebagai tongkat penunjuk jalan untuk mempelajari dan memegang teguh ilmu-ilmu pengetahuan

Permalink Leave a Comment

“ Dengan Legal Teknologi Membangun Masa Depan Bangsa “

February 17, 2008 at 4:32 pm (Tulisane Masramadhan, corner of life, human development) (, )

Di era Globalisasi yang telah menembus batas-batas negara, setiap individu akan dituntut untuk memelihara dan meningkatkan modal pengetahuan (intelectual capital) mereka, sehingga mereka dapat berinovasi dan memiliki kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan berubah sebagai kompetensi utama agar bisa survive di tengah persaingan yang ada. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi secara tepat dan cepat akan mempercepat peningkatan pengetahuan setiap individu karena teknologi komunikasi dan informasi adalah hasil konvergensi antara teknologi pengolah informasi (komputer) dengan teknologi komunikasi.

Read the rest of this entry »

Permalink Leave a Comment

HIMPUNAN SANTRI INDONESIA

December 12, 2007 at 12:11 pm (Blogroll, Koleksi Tulisan, human development, social network) (, , )

Sudah 62 th negeri kita merdeka dan telah dikelola dengan berbagai upaya, jatuh bangun para tokoh mengemudikan roda pemerintahan, banyak guncangan dan cobaan yang harus dihadapi, seperti guncangan ekonomi, politik dan cobaan bencana alam. Negeri kita dengan kebhinekaanya serta kekayaan sumberdaya alam yang telah “dihadiahkan” oleh Allah SWT, akan lebih indah bila dikelola dengan azas Rahmatan Lilalamin yang dibarengi dengan bersikap Tawasuth & I’tidal (tengah dan berinti keadilan dalam keadilan), Tasamuh (toleran dalam perbedaan), Tawazun (seimbang antara beribadah kepada Allah dan berkhidmah kepada sesama) dan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar (mendorong perbuatan baik dan mencegah hal yang merendahkan nilai kehidupan) adalah ikhtiar kita sebagai khalifah di muka bumi dalam menegakkan nilai-nilai ketauhidan.

Santri sebagai kader ummat, menyadari perlunya berpartisipasi serta berperan aktif guna membangun kualitas dan profesionalitas bangsa melalui peningkatan kegiatan di bidang keilmuan (intelektualitas) dan kewirausahaan (enterpreunership). Santri sebagai anak bangsa, juga menyadari perlunya menjadi perekat kebangsaan dalam menjunjung martabat bangsa dan mempertahankan kedaulatan NKRI. Untuk itu santri memandang perlu untuk berhimpun guna membangun persepsi bersama dalam bersinergi mengemban amanah kekhalifahan menuju Ridlo Ilahi Robbi di negeri tercinta ini, yakni dengan berhimpun nantinya diharapkan membawa manfaat bagi semua. Himpunan santri yang bercirikan mubadi’ khaira ummah, yaitu as-shidqu (jujur), al-wafau bil ‘ahdi (disiplin), at-ta’awun (tolong menolong), al-‘adalah ( adil) dan al-istiqamah (ajeg), diharapkan nantinya dapat membentuk karakter santri yang profesional dan berakhlaq mulia, yaitu santri yang memiliki intelektualitas, berwawasan kewirausahaan dan berakhalq mulia dalam mengelola sumberdaya, baik sumberdaya manusia maupun sumberdaya alam. Insya Allah dengan karakter demikian negeri kita akan menjadi negeri yang Badalatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofur, amin.

Permalink 1 Comment