Mengembangkan kemandirian (ala tao)
Buanglah yang ilmiah, jangan cemas.
Berapa banyak perbedaan antara persetujuan dan perbudakan
Berapa banyak perbedaan antara baik dan jahat
Bahwa orang harus memuja yang dipuja orang lain – betapa mustahil dan terpusat
Pikiran kolektif luas dan berbuah
Seperti menerima pengorbanan besar,
Seperti menaiki observatorium hidup
Aku sendiri tetap tidak terlibat
Seperti bocah yang belum tersenyum
Tak terikat, tanpa tempat unuk bergaul
Pikiran kolektif meliputi semuanya
Aku sendiri tampak diabaikan
Aku tidak dikenal oleh inti dan tidak jelas, tidak jelas
Orang biasa cemerlang dan nyata;
Aku sendiri gelap dan samar
Orang biasa tepat dan tajam
Aku sendiri lemah dan bodoh
Tidak perduli seperti laut,
Tanpa henti angin berhembus,
Pikiran kolektif selalu hadir
Dan, aku sendiri tidak teratur dan terpencil
Aku sendiri berbeda dari yang lain
Dalam menghargai makanan dari ibu
Menggunakan pendapat dari Taois terkenal, Lao Tzu mendorong mereka yang mencari makna hidupnya untuk keluar dari kerumunan – membuang dogma dan memiliki jagad raya dengan kemandirian intelektual. Untuk menjadi terpusat dan berkembang, orang harus tetap tak terikat dan tak terlibat dengan ideologi apapun. Kebenarang tentang realitas tidak bisa diungkapkan dengna kata-kata tapi hanya melalui pengalaman langsung, pencarian realitas dalam hubungan, dalam pemerintaham atau alam semesta, hanya diketahu dengan pikiran intuitif
Orang bijaksana tidak hanya menyumbang pada kesadaran bersama dari umat manusia, tapi merkea menggunakan persepktif global mereka (observatorium hidup) untuk mengetahu Tao (ibu) dan memastika rah evolusi. Mereka tidak pernah nyata atau tepat karena mereka menyadari bahwa keekstreman seperti itu hanya memabwa pada kerumunan sistem dan individu ; dan mereka tidak pernah sejalang dengan masyarakat sekarang karena mereka juga mendengar suara masa depan


